SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH ORANG YANG PALING BANYAK MEMBERI MANFAAT BAGI ORANG LAIN, MAKHLUK, DAN JAMI'AL 'ALAMIN ; MARI KITA BERJUANG MERAIHNYA DENGAN SEKUAT TENAGA & KERENDAHAN HATI!!!

Jumat, 03 Februari 2012

REMIDIAL DAN PENGAYAAN

PENDAHULUAN

Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial. Sedangkan pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya

Di samping itu, untuk memenuhi kebututuhan siswa dalam rangka penuntasan KKM tiap mata pelajaran untuk mencapai minimal 3 mapel non jurusan yang tidak tuntas sebagai syarat kenaikan kelas dan maksimal seluruh mapel tuntas.


PROGRAM-PROGRAM REMIDIAL DAN PENGAYAAN:

1) Guru mata pelajaran menyusun rencana kegiatan pembelajaran tuntas. Pembelajaran tuntas mencakup:

a. Kompetensi yang harus dicapai peserta didik dirumuskan dengan urutan yang hirarkis;

b. Evaluasi yang digunakan adalah penilaian acuan patokan, dan setiap kompetensi harus diberikan feedback;

c. Pemberian pembelajaran remedial serta bimbingan yang diperlukan;

d. Pemberian program pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal. (Gentile & Lalley : 2003)

2) Guru melakukan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Kesulitan belajar siswa meliputi:

a. Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada peserta didik yang kurang perhatian saat mengikuti pembelajaran;

b. Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik yang mengalami gangguan belajar yang berasal dari luar diri peserta didik, misalnya faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dsb.

b.

c. Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik yang mengalami ketunaan pada diri mereka, misalnya tuna rungu, tuna netrtuna daksa, dsb.

3) Tim kurikulum sekolah dengan dasar rapat internal para staf kurikulum menetapkan pelaksanaan pembelajaran remidial dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 50%;

b. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%;

c. Pemberian tugas-tugas kelompok jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20 % tetapi kurang dari 50%;

d. Pemanfaatan tutor teman sebaya.

e. Dari seluruh pembelajaran di atas, akan dilakukan tes ulang.

f. Pembelajaran remedial dan tes ulang dilaksanakan di luar jam tatap muka

Sedangkan untuk pembelajaran pengayaan ditetapkan sebagai berikut:

a. Identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik misal belajar lebih cepat, menyimpan informasi lebih mudah, keingintahuan lebih tinggi, berpikir mandiri, superior dan berpikir abstrak, memiliki banyak minat.

b. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb.

c. Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan

1) Belajar kelompok

2) Belajar mandiri

3) Pembelajaran berbasis tema

4) Pemadatan kurikulum

5) kegiatan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur

Mari sebagai siswa-siswa Kelas 1 dan 2 SMP atau SMA, Belajarlah membahas soal -soal sesuai dengan Kompetensi Dasar / Materi Ulangan Harian yang belum anda kuasai:

1. Matematika 7 SMP

2. Matematika 8 SMP

3. Matematika X SMA

4. Matematika XI IPS

5. Matematika XI IPA

Selamat belajar, kami bantu informasi dari blog ini... semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar