SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH ORANG YANG PALING BANYAK MEMBERI MANFAAT BAGI ORANG LAIN, MAKHLUK, DAN JAMI'AL 'ALAMIN ; MARI KITA BERJUANG MERAIHNYA DENGAN SEKUAT TENAGA & KERENDAHAN HATI!!!

Kamis, 13 Oktober 2011

ANALISIS RENDAHNYA KEMAMPUAN MATEMATIKA

Masih rendahnya mutu pendidikan terutama kemampuan matematika akhir-akhir ini berada pada titik kulminasi yang paling rendah yang perlu dicarikan solusinya. Semua pihak perlu
turut terlibat apa yang harus dilakukan, dan dijalankan, sehingga secepatnya dapat terjadi
peningkatan mutu pendidikan di semua jenjang pendidikan khususnya SMA. Pada lembaga
pendidikan, LPTK mempunyai peran yang sangat menentukan terhadap kualitas pendidikan,
karena LPTK tempat produk tenaga guru. Namun, bukan hanya LPTK yang bertanggung jawab
meningkatkan mutu pendidikan. Untuk level SMA, Dinas pendidikan, LPMP, MGMP juga harus
ikut bertanggung jawab dalam mewujudkan pendidikan bermutu.
Kita harus tahu permasalahannya:
1)Rendah motivasi untuk belajar karena akan ada bantuan untuk
“diselamatkan” (bukan hanya matematika).
2) Materi prasyarat kurang dikuasai siswa
3) Jam sedikit hanya 4-di kurikulum (ada yang tambah sendiri 5,6,7-
kebijakan sekolah mengatasi jam wajib sertifikasi guru yang minimal
24) jam yang biasanya 8 jam
4) Kemampuan guru belum baik mulai dari content dan metode
mengajarkan matematika, masih kurang aplikasi atau konteks dan
masih terlau banyak ldrill and practice, kurang memberikan ruang
bagi kreativitas siswa.
5) Kurangnya kesempatan atau forum bagi guru matematika seperti
MGMP untuk sharing dan kerjasama membuat persiapan mengajar
dan juga untuk latihan soal-soal yang baik pada semua level.
Hal tersebut hampir menjadi penyebab rendahnya mutu matematika dan berdampak pada rendahnya mutu pendidikan. Oleh karena itu, perlu adanya kesepakatan yang bulat dalam menanggung beban moral untuk mengentaskan kemampuan matematika . Kita sebagai pengajar Matematika atau mahasiswa yang mengambil jurusan matematika harus mengubah kondisi ini di masa yang akan datang, yaitu dengan mengubah paradikma "pelajaran sulit" menjadi "pelajaran mudah".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar