Selasa, 11 September 2012

Materi Kelas XI IPA Semester 1 tahun 2012-2013

-->

Para pembaca sekalian;

Program Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas XI, Semester 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif
Statistika dan Peluang
1. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah


1.1  Membaca data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive
1.2  Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive serta penafsirannya 
1.3  Menghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran data, serta penafsirannya
1.4  Menggunakan aturan perkalian, permutasi, dan kombinasi dalam pemecahan masalah
1.5  Menentukan ruang sampel suatu percobaan
1.6  Menentukan peluang suatu kejadian dan penafsirannya


  Rasa ingin tahu
  Mandiri
  Kreatif
  Kerja keras
  Disiplin
  Demokratis

  Berorientasi tugas dan hasil
  Percaya diri
  Berani mengambil resiko
  Keorisinilan
Trigonometri
2.  Menurunkan rumus trigonometri dan penggunaannya

2.1  Menggunakan rumus sinus dan kosinus jumlah dua sudut, selisih dua sudut, dan sudut ganda untuk menghitung sinus dan kosinus sudut tertentu
2.2  Menurunkan rumus jumlah dan selisih sinus dan kosinus
2.3  Menggunakan rumus jumlah dan selisih sinus dan kosinus


  Rasa ingin tahu
  Mandiri
  Kreatif
  Kerja keras
  Disiplin
  Demokratis

  Berorientasi tugas dan hasil
  Percaya diri
  Berani mengambil resiko
  Keorisinilan
Aljabar
3. Menyusun persamaan lingkaran dan garis singgungnya

3.1   Menyusun persamaan lingkaran yang memenuhi persyaratan yang ditentukan
3.2   Menentukan persamaan garis singgung pada lingkaran dalam berbagai situasi


  Rasa ingin tahu
  Mandiri
  Kreatif
  Kerja keras
  Disiplin
  Demokratis

  Berorientasi tugas dan hasil
  Percaya diri
  Berani mengambil resiko
  Keorisinilan




Kelas XI, Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif
Aljabar
4. Menggunakan aturan sukubanyak dalam penyelesaian masalah




4.1 Menggunakan algoritma pembagian sukubanyak untuk menentukan hasil bagi dan sisa pembagian
4.2 Menggunakan teorema sisa dan teorema faktor dalam pemecahan masalah


  Rasa ingin tahu
  Mandiri
  Kreatif
  Kerja keras  

  Berorientasi tugas dan hasil
  Percaya diri
  Keorisinilan
5  Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi
5.1 Menentukan komposisi fungsi dari dua fungsi
5.2  Menentukan invers suatu fungsi

  Rasa ingin tahu
  Mandiri
  Kreatif
  Kerja keras  
  Berorientasi tugas dan hasil
  Percaya diri
  Keorisinilan
Kalkulus
6.  Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan fungsi dalam pemecahan masalah

6.1 Menjelaskan secara intuitif arti limit fungsi di suatu titik dan di takhingga
6.2 Menggunakan sifat limit fungsi untuk menghitung bentuk tak tentu fungsi aljabar dan trigonometri
6.3 Menggunakan konsep dan aturan turunan dalam perhitungan turunan fungsi
6.4 Menggunakan turunan untuk menentukan karakteristik suatu fungsi dan memecahkan masalah
6.5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan ekstrim fungsi
6.6 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan ekstrim fungsi dan penafsirannya


  Rasa ingin tahu
  Mandiri
  Kreatif
  Kerja keras  

  Berorientasi tugas dan hasil
  Percaya diri
  Keorisinilan
Untuk latihan soal lebih lanjut, sekaligus latihan soal UN dapat anda buka :
Soal XI IPA halaman 35-39 /statistika, peluang

Jumat, 03 Agustus 2012

Materi KPPG pada PLPG Matematika Hari Pertama di UNRI

Catatan ini kami dapatkan dari hari 1 PLPG Tahap 7 periode tanggal 11 - 20 Juli di Hotel Siak 2012 yang bertempat Resort Pekan Baru.
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU (KPPG)
 Definisi:
Rangkaian konsep dan asas yg menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tt pemerintahan, organisasi, dsb); pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau  maksud sbg garis pedoman untuk manajemen dalanm usaha mencapai sasaran; garis haluan.
Adapun arah kebijakan Pendidikan:
       Pemberdayaan lembaga pendidikan è lembaga pendidikan harus lebih proaktif dalam membuat muatan lokal yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya dan bernilai ekonomis yang tinggi jika memungkinkan.
       Desentralisasi pendidikan èPendidikan hendaknya sudah merupakan otonomi daerah dalam mengembangkan muatan kurikulumnya, pelatihan-pelatihan para guru yang mempertimbangkan urgenitas di daerah masing-masing, sedangkan pelaporan tetap terpusat.
       Akuntabilitas pendidikan è Pendidikan hendaknya harus bersifat akuntabel/ terpercaya artinya guru tidak hanya mengajar tapi mendidik sehingga ada perbedaan yang jelas antara siswa terpelajar dan tidak dari segi karakter dan keilmuawannya.
       Relevansi pendidikan è Pendidikan hendaknya harus relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga ilmu yang didapat di sekolah hendaknya kontekstual
       Pemberdayaan masyarakat è masyarakat hendaknya ikut serta dalam memajukan pendidikan, tidak hanya beban pemerintah saja. Minimal masyarakat secara proaktif mengawasi penanaman karakter pada siswa di lingkungan masyarakat.
Untuk lebih jelasnya silahkan Buka: file KPPG.PPt
Berikut sekilas sejarah Kurikulum Di Indonesia:

Tabel Kronologis Perkembangan Kurikulum di Indonesia
Tahun
Kurikulum
Keterangan
1947
Rencana Pelajaran 1947
· Kurikulum ini merupakan kurikulum pertama di Indonesia setelah kemerdekaan.
· Istilah kurikulum masih belum digunakan. Sementara istilah yang digunakan adalah Rencana Pelajaran
1954
Rencana Pelajaran 1954
· Kurikulum ini masih sama dengan kurikulum sebelumnya, yaitu Rencana Pelajaran 1947
1968
Kurikulum 1968
· Kurikulum ini merupakan kurikulum terintegrasi pertama di Indonesia. Beberapa masa pelajaran, seperti Sejarah, Ilmu Bumi, dan beberapa cabang ilmu sosial mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Studies). Beberapa mata pelajaran, seperti Ilmu Hayat, Ilmu Alam, dan sebagainya mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahun Alam (IPS) atau yang sekarang sering disebut Sains.
1975
Kurikulum 1975
· Kurikulum ini disusun dengan kolom-kolom yang sangat rinci.
1984
Kurikulum 1984
· Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975
1994
Kurikulum 1994
· Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1984
2004
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
· Kurikulum ini belum diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Beberapa sekolah telah dijadikan uji coba dalam rangka proses pengembangan kurikulum ini
2008
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
· KBK sering disebut sebagai jiwa KTSP, karena KTSP sesungguhnya telah mengadopsi KBK. Kurikukulum ini dikembangkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)

Senin, 30 Juli 2012

Profesionalisme Seorang Guru

Profesionalisme guru adalah harga mati untuk meningkatkan pendidikan nasional maupun internasional. Guru sebagai ujung tombak hendaknya sering 'diasah' kemampuan dan kapabilitasnya dalam mendampingi para siswa yang boleh dikatakan sebagai  'pasiennya'.  Studi kasus yang sering diamati akhir-akhir ini, terdapat banyak guru kurang dalam mengupdate ilmu/ informasi dengan kata lain mereka merasa cukup terhadap apa yang mereka miliki sekarang untuk mendidik dan mengajar siswa.
Oleh karena itu, Kemendikbud telah memberikan kebijakan tunjangan profesi sebagai penghargaan bagi guru yang sudah berpengalaman dan siap dibina untuk menjadi guru yang profesional. Namun seiring perjalanan guru yang mendapat tunjangan belum bisa menunjukkan perubahan yang berarti, bahkan ada keluhan beberapa guru yang didapatkan di lapangan bahwa guru yang dapat tunjangan profesi kinerjanya lebih rendah dari guru biasa.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan turunnya kinerja guru sertifikasi:
  1. Kecenderungan pemilihan calon Guru sertifikasi di masing-masing daerah terjadi banyak penyalahgunaan, diantaranya: pemalsuan masa pengabdian sebagai guru, rekmendasi atasan yang kurang bijak.
  2. Uji kompetensi yang dilakukan guru sarat kerjasama, dengan pertimbangan bahwa semua guru mendapat hak yang sama dalam mendapatkan 'rezeki ' tunjangan guru sehingga perlu dibantu.
  3. Prinsip yang salah pada beberapa guru sertifikasi bahwa guru lebih memikirkan apa yang dapat tia erima (imbalan), daripada apa yang dapat ia berikan.
  4. Kecenderungan guru sertifikasi minta jam yang sedikit (kurang dari 24 jam pelajaran), sehingga guru belum terasah betul kemampuannya.
Dari uraian di atas,  Kemendikbud memberikan UKG pada seluruh guru yang sudah tersertifikasi untuk diuji ulang oleh pusat sebagai evaluasi keadaan terkini para guru sertifikasi dengan ujian berbasis webquiz secara komperhensif. Adapun untuk kisi-kisi Matematika dapat dibuka:
Mudah mudahan bermanfaat, adapun contoh prediksi ujiannya dapat anda buka:

Kamis, 14 Juni 2012

NILAI RAPOR SEMESTER GENAP XI IPS TH.2011-2012

Matematika pada sebagian siswa terutama siswa XI IPS merupakan pelajaran yang sulit. Hal itu cukup beralasan dikarenakan siswa yang tidak memilih masuk IPA dan sekarang masuk IPS cenderung takut belajar Matematika. Padahal, Dasar matematika itu adalah berhitung perkalian/pembagian, penjumlahan /pengurangan dan perpangkatan yang sudah sering diulang-ulang dari SD sampai dengan SMA, sehingga tidak menjadi alasan bahwa siswa tidak bisa berhitung. Apabila ada siswa yang belum bisa berhitung dapat dikatakan secara defacto siswa itu "BELUM LULUS" SD atau SMP, walaupun secara yuridis mereka "LULUS".
Berikut tips agar menjadi Pintar Matematika:
  1. SIAP DAN TAAT, yaitu Hilangkan prasangka negatif Dan Taat pada Guru. Seringkali kita sudah berprasangka negatif terhadap pelajaran matematika, yang sebagian besar berasal dari cerita, pengalaman dan perkataan orang lain. Nah, hal-hal negatif yang berasal luar tersebut dapat mempengaruhi pikiran bawah sadar kita sehingga kita menjadi antipati atau bahkan “memusuhi” pelajaran matematika. Karena itu berusahalah untuk menghilangkan prasangka tersebut. Jangan dengarkan kata orang lain yang membuat anda down. Yakinlah bahwa semua ilmu yang anda pelajari di sekolah akan berguna dalam kehidupan anda kelak. Kekurang patuhan kepada guru cenderung meningkatkan nafsu kita untuk bermalas-malasan pada saat belajar Matematika.
  2. USAHA, yaitu Latihan Dan Pengulangan. Ya, anda harus latihan! Ilmu matematika tidak dapat dipelajari dengan cara membaca bukunya saja, apalagi sambil tiduran :) Ambil kertas dan alat tulis lalu kerjakanlah latihan yang ada. Cobalah untuk memahami contoh dengan cara mengulangi perhitungan dalam contoh tersebut pada kertas. Lakukanlah latihan secara teratur, dengan waktu tiap kali latihan yang tidak panjang. Dengan demikian hasil latihan akan lebih “mengkristal” dalam otak kita, dan logika kita menjadi semakin terasah. Bahkan pada tokoh seperti Estein masih menggunakan 1,3% dari otaknya berdasarkan penelitian. Lalu bagaimana dengan kita? mari kita koreksi masing-masing!
  3. DOA DAN YAKIN, yaitu berdoa kepada sang pencipta untuk diberikan pemahaman ilmu disamping Minta bimbingan orang yang lebih tahu. Bimbingan langsung dengan cara tatap muka adalah cara yang baik pada saat kita sedang belajar. Kita akan tahu tips dan trik untuk menyelesaikan permasalahan dengan lebih mudah dan lebih cepat. Pembimbing yang baik juga akan membuat kita lebih bersemangat, serta dapat mengarahkan latihan kita pada hal-hal dimana kita lemah.
Oleh karena itu, mari kita koreksi diri pribadi kita karena apabila tidak serius belajar matematika orang-orang di sekitar kita , orang tua, guru kita akan kecewa kepada kita. Bagi nilai matematika yang sudah tuntas saya ucapkan "SELAMAT", jika belum tolong diperbaiki gaya belajarnya di masa yang akan datang.
1. XI IPS 1
2. XI IPS 2
3. XI IPS 3
4. XI IPS 4
5. XI IPS 5

WEBSITE MATEMATIKA SEGALA JENJANG SD-SMP-SMA

 Silahkan simak video berikut:  Bapak/Ibu guru Matematika, siswa/siswi silahkan explore :  Sosialisasi alamat website lengkap tentang mate...